Alfamart bukan milik Carrefour

Sejak pembelian Alfa (Supermarket) oleh Carrefour Indonesia (Carrefour) pada awal tahun 2008, sampai saat ini banyak yang mengira bahwa Alfamart pun menjadi milik Carrefour.

Walaupun Alfa adalah milik PT Sigmantara Alfindo, namun Alfa Supermarket dan Alfa Minimart masing-masing di bawah manajemen yang berbeda, Alfa Supermarket di bawah manajemen PT Alfa Retailindo sedangkan Alfa Minimart di bawah manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya. Pada saat pembelian saham Alfa oleh Carrefour, yang dibeli adalah saham PT Alfa Retalindo yang membawahi Alfa Supermarket. Jadi anggapan bahwa Alfamart adalah milik Carrefour adalah tidak benar.

Mengapa banyak yang salah kaprah tentang hal ini?

Jawaban saya adalah BRAND atau MERK.

Pada saat itu Alfa adalah salah satu brand yang kuat di industri retail sehingga semua yang berkaitan dengan brand ‘Alfa’ di mata masyarakat merupakan ‘toko’ yang sama, Alfa Supermarket adalah ‘toko besar’-nya sedangkan Alfamart adalah ‘toko kecil’-nya. Jadi tentunya pada saat Carrefour membeli Alfa Supermarket, secara tidak langsung kita beranggapan Alfamart juga menjadi milik Carrefour.

Bahkan setelah itu, pada saat saya melihat minimarket Alfamidi dan Alfa Express, saya langsung menarik kesimpulan bahwa itu adalah milik Alfamart juga tapi dengan target pasar yang berbeda karena dari tulisan, warna, dan layout minimarketnya sangat mirip dengan Alfamart. Tetapi ternyata saya salah, Alfamidi dan Alfa Express sama sekali tidak ada hubungan dengan Alfamart (maaf ternyata saya salah lagi, Alfamidi dan Alfa Express memang berada di bawah manajemen yang berbeda namun big boss-nya sama yaitu Bapak Djoko Susanto – ralat 10 Okt 2011)

Saya jadi ingat pernah membaca satu buku mengenai Brand Management, di dalam buku tersebut ada informasi tentang brand value Coca-Cola yang mencapai $67.5 milyar (waooo!) tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi ternyata angka itu adalah 64% dari nilai kapitalisasi pasar Coca-Cola. Jadi Anda bisa membayangkan betapa suatu brand itu tidak boleh dianggap enteng.

Anda mungkin pernah membaca atau mengetahui cerita tentang sebuat test di mana sekelompok orang yang matanya ditutup dan diberi minum Coca-Cola dan Pepsi, hasilnya adalah mereka lebih memilih Pepsi tanpa mengetahui merk yang mereka minum. Namun pada saat mata mereka dibuka dan diminta untuk mencoba minum kembali, hasilnya adalah mereka lebih memilih Coca-Cola!

Bagaimana pendapat Anda?

This entry was posted in Marketing and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s