Back To The Future! (1)

Apakah Anda pernah mendengar judul tersebut di atas?

Ya, Anda betul! Judul tersebut saya ambil dari film trilogi produksi Lucas Film di tahun 1985-1990. Film ini adalah salah satu film trilogi yang paling saya sukai, sampai-sampai tiap kali ditayangkan ulang di stasiun TV saya pasti menontonnya lagi bahkan kadang ditayangkan setelah jam 12 malam tetap  saya tonton. Saya sendiri sudah tidak ingat berapa kali saya menonton film tersebut.

Dulu saya sering bertanya-tanya apakah ada kemungkinan kita manusia bisa kembali ke masa lalu atau mungkinkah kita bisa pergi ke masa depan?

Sampai pada tahun 2000 atau 2001 (saya sudah tidak ingat tepatnya), saya membeli sebuah buku berjudul “The Code”, tentunya yang sudah terjemahan Bahasa Indonesia😀 Dalam buku tersebut penulisnya memaparkan bahwa semua kejadian di alam semesta ini bisa kita dapatkan secara “eksplisit” melalui Alkitab (kitab suci Kristiani). Ya, eksplisit atau benar-benar nyata tertulis di dalam Alkitab, namuuunn semuanya dalam bentuk “code”alias kita harus mencari kata-kata tersebut seperti permainan mencari kata-kata tersembunyi secara mendatar, menurun, atau diagonal dalam sebaran huruf-huruf (saya lupa nama permainannya). Bahkan penulisnya mengatakan bahwa bukan hanya kejadian-kejadian besar saja yang bisa kita dapatkan dari “code” tersebut namun ramalan tentang hidup kita masing-masing pun bisa kita temukan di situ sepanjang kita dapat memecahkan “code” yang tersembunyi tersebut.

Saya membeli buku tersebut karena rasa penasaran saya saja dan kebetulan lagi jalan-jalan ke toko buku G******a. Walaupun setelah membaca buku tersebut, saya tidak percaya dengan teori “code” tersebut namun saya tetap bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya di atas, “apakah kita bisa ke masa lalu dan ke masa depan?”

Hm.. kalau begitu apa hubungannya ya antara film “Back to the Future” dan buku “The Code” tersebut?

Di dalam film tersebut ada satu scene di mana sang profesor (Dr. Emmet Brown) menggambarkan perjalan waktu ke masa depan yang bisa berbelok akibat kita melakukan suatu perubahan di masa lalu. Atau dengan kata lain, apa yang terjadi di masa depan akibat dari apa yang kita lalukan di masa lalu atau saat ini.

Sedangkan di dalam buku “The Code” penulisnyanya pun mengatakan bahwa kita tidak bisa meramalkan masa depan karena masa depan itu mempunyai ribuan, jutaan, bahkan milyaran kemungkinan (probabilitas) tergantung dari tindakan kita saat ini.

Dari situ saya bisa menarik kesimpulan bahwa kita manusia tidak mungkin dapat “pergi” ke masa depan karena masa depan itu sendiri belum ada, karena masa depan akan ada setelah kita melakukan suatu tindakan dan tindakan tersebut dapat berubah-ubah setiap saat atau setiap seperkian detik.

Lalu bagaimana dengan masa lalu? Apakah kita manusia bisa balik ke masa lalu?

Karena masa lalu adalah sesuatu yang sudah terjadi dan sifatnya pasti, saya sangat percaya bahwa setiap kejadian di dunia ini terekam dengan baik oleh alam semesta, tapi mungkin sampai jutaan tahun ke depan manusia belum sanggup untuk melihat masa lalu melalui alam semesta namun tentunya suatu saat lewat teknologi informasi manusia dapat merekam segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Tapi tentunya kita hanya dapat melihat masa lalu tanpa bisa mengubahnya.

Pada tulisan selanjutnya saya akan memberikan contoh bagaimana manusia dapat melihat atau mengamati sesuatu yang telah terjadi bahkan sampai jutaan tahun yang lalu.

Apa pendapat Anda?

This entry was posted in Science and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s