Pengalaman di SAMSAT SIM Daan Mogot

Bulan Desember 2010 lalu, SIM C istri saya sudah lewat masa berlakunya tetapi karena KTP kami sekarang adalah Tangerang maka harus dilakukan mutasi dari daerah asalnya. Surat mutasi dari daerah sudah di tangan baik untuk SIM A maupun SIM C, tapi karena masih ragu (takut) untuk mengurus sendiri jadilah kami menghubungi biro jasa dan biro jasa tersebut meminta kami besoknya untuk langsung ke lokasi saja, SAMSAT Daan Mogot.

Besoknya meluncurlah kami ke SAMSAT Daan Mogot, tetapi karena kekurangtahuan (kesotahuan) saya😀, SAMSAT yang kami tuju adalah SAMSAT untuk pengurusan STNK/BPKB bukan untuk pengurusan SIM. Setelah mendapat info dari orang biro jasa tersebut akhirnya kami menuju lokasi SAMSAT SIM yang ternyata tidak jauh dari SAMSAT STNK.

Setelah sampai di lokasi yang benar, suasana parkiran agak sepi, mungkin karena hari jumat dan sudah jam 2 siang. Dalam perjalanan dari parkir menuju gedung SAMSATnya, kami sempat berpikir untuk mengurusnya sendiri tanpa memakai biro jasa. Tapi karena masih ragu akhirnya kami tetap mencari biro jasa tersebut. Sesampainya kami di depan gedung kami disapa dengan bapak petugas di situ dengan menanyakan kami mau ke mana dan ada perlu apa. Kami menjawab mau mutasi SIM dan sudah ditunggu biro jasanya di dalam. Dan bapak tersebut mengatakan biasanya biro jasa tidak menunggu di dalam dan menyarankan kami untuk mengurus sendiri saja tidak perlu lewat biro jasa karena surat mutasi resmi sudah ada. Bapak tersebut lalu memberikan petunjuk dengan meminta kami cek kesehatan dulu setelah itu balik lagi.

Karena sampai berkali-kali bapak tersebut menyarankan kami mengurus sendiri saja, akhirnya kami memberanikan diri walapun tetap ada perasaan curiga dengan bapak tersebut, jangan-jangan beliau ada maksud tertentu (maklum mana ada yang gratis di negara ini hehehe) Setelah mendaftar dan membayar biaya resmi karena ADA KWINTASI-nya, istri saya dipanggil untuk cek kesehatan, yang ternyata hanya cek penglihatan saja. Selesai cek kesehatan, kami balik lagi ke bapak petugas tadi masih dengan perasaan curiga, siapa ya beliau karena hanya pegang HT tapi tidak berseragam kepolisian.

Tapi akhirnya kami lega ternyata bapak tersebut tidak meminta pamrih apapun (terima kasih, pak! kami sampai lupa menanyakan nama beliau) dan beliau memberitahu selanjutnya kami harus ke loket mana. Tetapi tetap dengan perasaan ragu, benar tidak ya tidak akan ada pungli dengan mengurus sendiri, kami memutuskan untuk mengurus SIM C dulu karena sudah kadaluarsa, untuk SIM A nanti saja.

Setelah pindah dari loket satu ke loket lain, kami benar-benar terkejut bercampur senang karena ternyata semua biaya yang kami keluarkan adalah biaya resmi dan semua ADA KWITANSI-nya. Dan akhirnya sampailah kami di loket terakhir, loket pengambilan SIM yang baru. Setelah menunggu kira-kira 2 menitan, nama istri saya dipanggil. Di loket ini istri saya diminta membayar 5000 rupiah yang katanya untuk biaya pengganti wadah SIM-nya (kayak dompet kecil gitu berwarna  biru) tetapi kali ini TIDAK ADA KWITANSI. Walapun demikian kami benar-benar sangat senang karena bisa dikatakan 99.99% BEBAS PUNGLI! dan hanya butuh waktu kurang lebih HANYA 30 MENIT saja!

Karena pengalaman menyenangkan tesrsebut, kami memutuskan untuk sekalian saja mengurus SIM A-nya. Jadilah kami mengulangi prosedur sebelumnya dan sesampainya kami di loket pengambilan SIM istri saya tidak diminta biaya 5000 dan tidak diberikan lagi wadah SIM seperti sebelumnya, mungkin karena petugasnya masih ingat sebelumnya istri saya mengambil SIM C-nya. Jadilah kali ini 100% BEBAS PUNGLI! dan KURANG DARI 30 MENIT! karena kami sudah mengerti prosedurnya.

Senangnya istri saya dan saya, ternyata pihak kepolisian sudah mulai berubah menjadi lebih baik! walaupun hanya satu pengalaman itu yang kami dapat. Dan senangnya lagi setelah dihitung-hitung ternyata kami bisa MENGHEMAT sekitar 900ribu rupiah! bila dibandingkan dengan kami menggunakan biro jasa😉

This entry was posted in Birokrasi and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Pengalaman di SAMSAT SIM Daan Mogot

  1. Pingback: Pengalaman di SAMSAT STNK Jakarta Barat Daan Mogot (1) | sarapanroti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s