Pengalaman di SAMSAT STNK Jakarta Barat Daan Mogot (1/5)

Kali  ini saya ingin membagi cerita tentang pengalaman saya dan istri saya dalam mengurus balik nama kendaraan kami karena selama ini STNK-nya masih atas nama paman istri saya dan karena adanya peraturan baru pajak progresif kendaraan bermotor maka beliau meminta istri saya untuk balik nama supaya beliau tidak terkena pajak yang tinggi.

Berbekal pengalaman menyenangkan sebelumnya, kami memutuskan untuk mengurusnya tanpa memakai biro jasa. Pertama-tama kami googling dulu untuk mencari info tentang prosedur mutasi dan balik nama kendaraan (mutasi karena KTP istri saya adalah Tangerang) dan kami menemukan satu blog di mana diceritakan begitu BANYAKnya PUNGLI sewaktu mengurus mutasi dan balik nama kendaraan dia.

Tapi kami berpikir mungkin itu dulu, sekarang sudah berbeda. Maka meluncurlah kami ke SAMSAT STNK Jakarta Barat Daan Mogot. Petama-tama kami mendaftarkan mobil kami di bagian cek fisik dan di situ kami diberikan satu form cek fisik dan stiker untuk menggosok nomor rangka dan nomor mesin. Senangnya kami dimintai biaya apapun😉

Setelah itu kami membawa mobil kami ke petugas untuk menggosok nomor rangka dan nomor mesin, untungnya nomor rangka dan nomor mesinnya sudah saya bersihkan di rumah terlebih dahulu, jadi petugasnya tidak mengalami kesulitan dan hasil gosokannya sangat jelas. Di sini kami memberi tip 5000 kepada petugasnya.

Dari sini kami membawa kembali mobil kami ke parkiran dan mengembalikan hasil cek fisik ke loket pendaftaraan tadi untuk disahkan (dilegalisir) dan diminta menunggu untuk dipanggil. Kira-kira 15 menit kemudian plat mobil kami dibacakan dan saya menuju ke loket pengambilan (di belakang loket pendaftaran). Di loket ini saya diminta biaya 30 ribu!!! Kami tidak tahu apakah harusnya tidak dikenakan biaya ataukah memang ada tapi tidak sebesar itu. Yang pasti TIDAK ADA KWITANSI alias PUNGLI!!!

Dengan perasaan kecewa kami menuju ke lantai 3, bakal kena PUNGLI apalagi nih?!

Di loket lantai 3 kami menyerahkan hasil cek fisik ke petugasnya dan diberikan formulir warna biru untuk diisi. Setelah semua data telah kami isi lengkap, formulir tersebut kami kembalikan ke loket yang sama beserta semua berkas-berkas yaitu hasil cek fisik, BPKB, STNK, Kwitansi pembelian, KTP pemilik awal, dan KTP istri saya, yang asli maupun fotocopy, semuanya kami serahkan karena tidak ada penjelasan berkas apa yang harus kami serahkan

Tetapi karena KTP istri saya adalah Tangerang maka kami diminta untuk ke loket mutasi. Setelah petugas tersebut merapikan semua berkas yang kami berikan dan mengembalikan berkas yang tidak perlu, kami ditunjukkan loket mutasi. Kali ini kami TIDAK DIMINTA BIAYA apapun.. cukup lega..

Di loket mutasi setelah diperiksa oleh petugasnya, ternyata (ya ampun!) mutasi mobil kami tidak bisa diproses karena terdaftarnya di SAMSAT Jakarta Utara bukan di SAMSAT Jakarta Barat. Karena sudah jam setengah tiga kami memutuskan untuk pulang dulu hari itu dan besoknya baru ke SAMSAT Jakarta Utara.

Tunggu cerita saya selanjutnya setelah ke SAMSAT Jakarta Utara..

This entry was posted in Birokrasi and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Pengalaman di SAMSAT STNK Jakarta Barat Daan Mogot (1/5)

  1. Pingback: Pengalaman di SAMSAT STNK Jakarta Utara Gunung Sahari (2) | sarapanroti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s