Pengalaman Ganti BPKB Kendaraan Roda 4 (1/2)

Setelah capek mengalami birokrasi mutasi kendaraan R4 yang berbelit-belit dan pungli di sana sini akhirnya kami sampai pada tahap akhir yaitu ganti BPKB. Seperti biasa saya googling dulu untuk mencari tahu mengenai prosedur pembuatan BPKB, dan betapa senangnya saya membaca di site TMC Metro kalau saat ini pengurusan BPKB cukup satu hari langsung jadi (link: http://www.tmcmetro.com/news/2011/01/urus-bpkb-akan-selesai-sehari dan http://www.wartakota.co.id/detil/berita/22582/Pengurusan-BPKB-Cuma-Sehari). Lain dari itu saya tidak menemukan site tentang prosedur pengurusan BPKB, tapi karena saya telah mendapat info kalau cuma sehari jadi ya pasti prosedurnya cepat dan tidak berbelit-belit.

Tanggal 10 Agustus meluncurlah kami ke Komdak di Gatot Subroto, dan tiba di tempat sebelum jam 11.30. Kami ke meja informasi dan dan diberitahu untuk mengambil nomor antrian di mesin dekat pintu masuk dan beli barcode di loket Bank BRI paling ujung kiri.

Tapi ternyata sial.. mesin nomor antrian sudah dimatikan jam 11.30 dan dibuka kembali jam 13.00 (kenapa juga coba pakai dimatiin mesinnya,  emang mesinnya perlu istirahat siang?!)

Jadinya kami memutuskan untuk makan siang dulu di Eletronic City dan kembali lagi sebelum jam 13.00. Pada saat tiba kembali untuk mengambil nomor antrian sebelum jam 13.00 (tepatnya di handphone saya jam12.50) ada seorang petugas wanita berkacamata dengan umur sekitar 27-33 tahun sedang menarik nomor antrian yang begitu banyak. Dan pas giliran kami mau mengambil lagi nomor antrian ternyata mesinnya sudah tidak mau mengeluarkan nomor lagi. Dan inilah dialog yang terjadi antara kami (K) dan wanita tersebut (W)

K: “Mbak, mesinnya rusak ya?”

W: “Iya, tadi error”. Sambil memberikan kami satu nomor antrian yang dipegangnya.

K: Nomor yang kami dapatkan adalah nomor 1495. “Mbak ini dah nomor yang paling kecil ya?”

W: “Iya, itu sudah yang paling kecil”. Sambil berlalu.

Setelah itu kami melihat nomor antrian saat itu ternyata masih di angka 1165!!! Jadi kami harus menunggu 330 nomor lagi???!!! Tapi apa boleh buat kami tidak berani menanyakan lagi karena wanita tersebut adalah petugas di situ (asumsi kami beliau bukan polisi karena hanya memakai tshirt biasa berwarna biru)

Kami jadi bingung apakah mau menunggu antrian sebanyak 330 ataukah pulang dan kapan-kapan balik lagi? Sebelum memutuskan kami ke loket Bank BRI dulu untuk menanyakan apakah kalau beli barcode sekarang harus dipakai hari ini atau bisa kapan2. Ternyata harus dipakai pada hari itu juga. Kami tanya lagi, tapi pasti bisa diproses ya hari ini karena nomor antrian kami 1495 tapi sekarang baru nomor 1165, apa gak keburu tutup? Kata petugas tersebut, nomor antrian hari ini pasti diproses hari ini kalau perlu buka sampai malam tapi biasanya sih cepat kok kalau sudah nomor2 terakhir. Ya sudah kalau begitu, dengan memegang kata-kata petugas itu, kami memutuskan untuk membereskan saja hari itu, antri-antri dah.. lagian kan langsung jadi dalam sehariiii… hahahaha.. Kami membayar 100rb untuk barcode sesuai dengan yang tertera di loket untuk barcode yang artinya TIDAK ADA PUNGLI di sini😉

Jam 4 teng yang artinya kami menunggu 3 jam!!! sampailah di nomor kami yang 1495 itu dan masih ada satu orang lagi menunggu dengan nomor antrian 1496. Jadi..?! nomor yang wanita tersebut berikan ke kami nomor yang paling kecil???!!! Gak salah???!!! Dan selama menunggu kami mengamati ternyata nomor antrian yang dekat-dekat ke 1495 ternyata masih ada. Jadi kenapa wanita itu mengatakan bahwa nomor yang diberikan ke kami sudah nomor yang terkecil?!

Jadi kami berasumsi atau bisa disebut berkesimpulan, wanita tersebut adalah CALO NOMOR ANTRIAN! Maafkan kami bila hal ini tidak benar tapi dari fakta yang kami lihat kami cuma dapat berasumsi demikian.

Setelah berkas kami diproses, kami diberi tanda terima dan harus balik lagi tanggal 23 Agustus untuk mengambil BPKB.. Mungkin “SEHARI”-nya Polda Metro Jaya itu 14 x 24 jam ya? Hehehe kami sudah tidak kaget lagi karena kami telah mengamati antrian-antrian sebelum kami, pulang dengan tidak membawa BPKB baru.

Kesimpulan: (1) Tidak ada pungli, cukup bayar 100rb untuk membeli barcode sesuai dengan yang tertera di loket. (2) Datang lebih pagi untuk mengambil nomor antrian. (3) 100 nomor antrian kira-kira memakan waktu 1 jam.

This entry was posted in Birokrasi. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pengalaman Ganti BPKB Kendaraan Roda 4 (1/2)

  1. Pingback: Pengalaman Ganti BPKB Kendaraan Roda 4 (2) | sarapanroti

  2. nur fatkhiyah says:

    terima kasih infonya,ini lagi mau ngurus ganti bpkb juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s